To Pak DidikXII IPA

Saat kelu mulai menyapa. Wajah Pak Didik hadir tak dapat kami lupa. Tak terasa hari ini adalah hari yang sebenarnya. Tak ingin kami nanti yaitu berpisah dengan Pak Didik, tetapi kami sadar karena setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Dimana perpisahan itu terjadi saat kami benar-benar sudah nyaman dengan cara Pak Didik mengajar. Tak dapat disangka yah Pak, secepat ini Njenengan akan pindah tugas. Padahal baru kemarin anda tawa bersama saat mengajar. Ramainya suasana kelas yang seperti pasar yang mungkin membuat Pak Didik ingin menutup telinga. Hehe…

Suara cerewet-cerewet dari anak-anak putri. Pak Didik maafkan sikap kami selama ini yah Pak! Yang mungkin membuat Pak Didik kurang nyaman dan terimakasih Pak atas perjuangan Njengan yang telah membantu kami. Jasa Njengan akan selalu kami kenang…

TERIMAKASIH PAK DIDIK😀

Sukses selalu yah Pak…

Oh iya, ini kenang-kenangan dari kami (Titin, Fitri, Yuyun, Lina, Risky, Garlis, dan Hardianti) semoga bermanfaat yah Pak… Meski harganya tak seberapa, tetapi makna dan manfaatnya Pak. Hehe… Jangan lupa dipakai yah Pak, supaya Pak Didik selalu ingat dengan kami di sini sebagai murid/ adik-adik Pak Didik. Dan ini lagu buat Pak Didik….

 

TERIMAKASIH GURUKU

Pagiku cerahku matahari bersinar

Ku gendong tas merahku di pundak

Slamat pagi semua kunantikan dirimu

Di depan kelasmu menantikan kami

Guruku tersayang guruku tercinta

Tanpamu apa jadinya aku

Tak bisa baca tulis mengerti banyak hal

Guruku terimakasihku…

Nyatanya diriku kadang buatmu marah

Namun segala maaf kau berikan

 

Satu lagi Pak yang buat kami terharu saat mendengarkan Pak Didik menyanyi. Bagus Pak suaranya… Hehehe…

 

By Anak-Anak XII IPA (Putri)