Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2012: 22). Hamalik (2010:155) menyatakan bahwa hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. Sedangkan, Dimyati dan Mudjiono (2006: 200) menyatakan bahwa evaluasi hasil belajar merupakan proses untuk menetukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian dan/atau pengukuran hasil belajar.

Hasil belajar seorang siswa dapat diketahui dari pengukuran. Pengukuran terhadap hasil belajar dapat menunjukkan sampai sejauh mana bahan yang dipel-ajari itu dipahami dan dikuasai siswa. Tes hasil belajar adalah suatu alat ukur yang banyak digunakan untuk menentukan keberhasilan siswa dalam suatu proses belajar mengajar. Bagi guru, hasil belajar siswa di kelas berguna untuk melakukan perbaikan tindak mengajar dan evaluasi sedangkan bagi siswa sendiri hasil belajar berguna untuk memperbaiki cara-cara belajar lebih lanjut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar menurut Winkel (dalam Handayani, 2008:22), bahwa faktor yang menyebabkan perbedaan hasil belajar meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari (1) psikologi, yang meliputi intelegensi, motivasi belajar, minat, perasaan kondisi akibat keadaan sosial, kultural, dan ekonomi; (2) fisiologi, yang meliputi kesehatan jasmani. Sedangkan untuk faktor eksternal terdiri dari (1) proses belajar di sekolah yang meliputi kurikulum pembelajaran, disiplin sekolah, fasilitas belajar dan pengelompokan siswa; (2) sosial, yang meliputi sistem sekolah, status sosial sekolah siswa, dan interaksi pengajar dengan siswa.

Hasil belajar dibagi dalam tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah psikomotorik dan ranah afektif (Arikunto, 2008:117). Setiap ranah dirinci lagi dalam tujuan yang lebih spesifik dan hirarkis. Menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl (2001), proses koginitif tersebut dikenal dengan istilah dimensi proses kognitif (cognitive process dimension). Dimensi proses kognitif merupakan proses berpikir dalam mengkonstruk pengetahuan yang meliputi mengingat (remember), mengerti (understand), menerapkan (apply), menganalisis (analize), mengevaluasi (evaluate), dan mengkreasi (create). Ranah afektif  terdiri dari lima jenjang, yaitu penerimaan (receiving), partisipasi (responding), penilaian dan penen­tuan sikap (valuing), organisasi (organization), pembentukan pola hidup (characterization by value or value complex). Sedangkan ranah psikomotor dibagi menjadi 7 tingkatan, yaitu persepsi (perception), kesiapan (set), gerakan terbimbing (guided response), gerakan yang terbiasa (mechanism), gerakan kompleks (complex overt response), penyesuaian pola gerakan (adaption), dan kreativitas (origination).

Hasil belajar fisika dapat diukur dengan menggunakan instrumen tes dan lembar observasi. Pengukuran hasil belajar untuk ranah kognitif menggunakan instrumen tes yang berupa soal dengan menggunakan rubrik penilaian tertentu. Pengukuran hasil belajar untuk ranah psikomotor menggunakan instrumen lembar observasi yang dilengkapi dengan rubrik penilaian dengan mengamati aktivitas siswa secara langsung saat kegiatan praktikum. Pengukuran hasil belajar untuk ranah afektif menggunakan instrumen lembar observasi yang dilengkapi dengan rubrik penilaian dengan mengamati aktivitas siswa secara langsung.

 

DAFTAR RUJUKAN

Anderson, O.W. & Krathwohl, D.R. 2001. A Taxonomy For Learning, Teaching, and Assessing (A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives). New York: Addision Wesley Longman, Inc.

Arikunto, S. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, O. 2010. Perencanaan Pengajaran berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Handayani, S. 2008. Penerapan Problem Based Laerning (PBL) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Kelas X5 di SMAN 10 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.

Sudjana, N. 2012. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.